- 08.21.09
- Risalah Cinta
- No Comments
Bukan Sekedar Ngidam
Dulu awalnya nggak percaya dengan yang namanya “Ngidam”, permintaan yang aneh-aneh dari seorang wanita hamil, macam-macam pula malah keseringannya mencari yang tidak ada. Apakah sebuah faktor kondisi fisik karena hormonal yang meningkat atau orang lebih mengenalnya karena “bawaan bayi”. Dan hingga saat ini pun tidak ada karya ilmiah yang dapat menjelaskan sebab-musababnya ngidam.

Ngidam bakso pedes, hmm..yummy
Sampai akhirnya pada suatu malam, saya tiba-tiba merengek pada suami ingin baso pedas. “Busyet, nyari kemana hampir pukul 11 malam gini!”. Bisik hati saya, tapi anehnya keinginan itu tidak bisa saya redam. Akhirnya dengan “terpaksa” suami saya mencari bakso ke DOYOK, tukang bakso langganan kami. Tidak lama kemudia ia pulang sambil membawa sebungkus bakso, tapi bihun, sayur dan bakso tidak pakai kuah jadi mesti pakai air hangat untuk kuahnya, karena sudah kehabisan dan mau tutup katanya.
Entah kenapa hati saya benar-benar sedih. Air mata pun meleleh (sungguh ini hal sepele tapi ini benar-benar tidak biasa). Akhirnya saya memnita suami untuk mencari lagi ditemani saya, akhirnya malam-malam saya keluar dengan cuaca dingin menyertai.”Bunda, nggak tahu lagi mesti nyari kemana kalau misalanya bakso itu ngak ada de!”. Ditengah perjalanan saya masih menangis.
Akhirnya saya melewati pasar, untungnya masih ada penjaja makanan disana yang masih buka, saya mampir di salah satu tukang bakso di pinggir jalan.Dan kami pun memesan dua mangkuk bakso dan saya memutuskan untuk makan disana. Sejurus pandangan mata saya, disebrang jalan saya menemukan seorang wanita yang duduk dihalaman toko dengan kondisi “tidak waras”. Beberapa langakah dari wanita itu terdapat sekumpulan pemuda sedang asyik ngobrol dan bergerombol , entah apa yang dilakukan mereka tengah malam seperti ini. Sembari saya melahap bakso kuah tidak luput saya memperhatikan mereka.
Usai makan bakso, tiba-tiba mobil polisi menghampiri segerombolan pemuda itu, para pemuda itu dibariskan lalu satu per satu dikomando untuk naik ke mobil tahanan. Entah bermain judi atau transaksi narkoba yang mereka lakukan karena saya melihatnya dari sebrang jalan.
Dalam hati saya “Subhanallah, ini bukan sekedar ngidam. Sepertinya jabang bayi ini ingin memperlihatkan ke pada saya sebagai calon ibu agar mendidiknya dengan baik, jika kelak dia remaja agar melakukan hal yang positif untuk hidupnya ketimbang bergerombol tak ada manfaatnya.
My Little Angel
Bukankah sebuah kebahagiaan tersendiri bagi seorang wanita yang telah menikah lalu mengandung sesosok benih dalam rahimnya? Karunia yang terbesar yang Allah berikan karena telah memberikan kepercayaan sepenuhnya untuk menjadi seorang ibu. Sebuah kebahagiaan yang telah di nantikan kini hadir dalam waktu yang tak pernah diduga sebelumnya.
Seperti halnya yang aku rasakan saat ini ; rasa haru yang sangat mewarnai hariku, akan ada sosok makhluk dalam perutku. Subhanalah. Awalnya aku tidak dapat membayang kini aku berada dalam fase tingkat dua menjadi wanita yaitu berperan sebagai ibu.
Suatu pagi, rasa penasaran dalam batinku semakin menjadi. Karena belakangan fisiku menjadi mudah lelah, mual dan hampir muntah, malah malamnya aku sempat mondar-mandir ke kamar mandi “kebelet pipis”. Aku pernah membaca sebuah artikel bahwa sebagian yang aku alami adalah tanda-tanda kehamilan.Tapi aku pun tak langsung mengambil kesimpulan. “takut ke-ge-er-an gitu loh!”. Akhirnya waktu aku bangun tidur pada pagi hari langsung bergegas ke kamar mandi sambil membawa tespek, lalu memasukanya pada sample urine. Dan….ternyata selang beberapa detik muncul dua garis tegas di tespek itu. “wooww setengah tak percaya, aku hamil,aku h-a-m-i-l, senang rasanya bukan kepalang!”.
Aku langsung memberitahu kabar berita gembira ini kepada suami, dan dengan ekpresi yang sama denganku “benar hamil?masa coba cek lagi..”namun aku lihat binar-binar kebahagiaan itu telah tampak walau sedikit ragu dengan hasilnya. Akhirnya untuk memastikan sore harinya kami memeriksakan ke Bidan. Dan hasilnya tetap POSITIF HAMIL, Ibu Sofi sang bidan memperkirakan usia kandunganku sekitar 1 bulan kurang 3 hari. Senangnya….
“Ini benar-benar kado ulang tahun!” sambut suamiku. Karena ia baru berulang tahun ke 28 pada tanggal 30 September.
Oh My Little Angel..U’re my Angel baby…
Bandung, 1 Oktober 2009
Apakah KAU murka ya Rabb?
- 10.17.09
- Risalah Kehidupan, gempa jambi, gempa padang, gempa tasik
- No Comments
Sudah beberapa hari awan hitam mengitari bumi kita kawan, CERITA DUKA. Harus ku katakan dengan sesak bencana belum mereda. Bumi mengamuk amarah- bermuram durja. Mungkin inilah ambang di akhir zaman. Mataku tertunduk layu setiap kali melihat pemberitaan televisi yang mengguncangkan ibu pertiwi (Gempa); luluh lantah. Terlebih yang membuat bulu kudukku merinding ketika beberapa pihak mengaitkan waktu terjadinya bencana dengan Ayat-Ayat yang ada dalam kitab Suci Al-Quran, dengan seksama aku pun mulai membaca terjemahannya.
—————————————————————————————
Gempa Tasik 15:04 = Q.S Al Hijr ayat 4
“Dan kami tiada membinasakan sesuatu negeripun, melainkan ada baginya ketentuan masa yang Telah ditetapkan.”
Gempa Padang 17:16 = Q.S Al Isra ayat 16
“Dan jika kami hendak membinasakan suatu negeri, Maka kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, Maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan kami), Kemudian kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”
Gempa Susulan (Padang) 17:58 = Al Isra ayat 58
“Tak ada suatu negeripun (yang durhaka penduduknya), melainkan kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. yang demikian itu Telah tertulis di dalam Kitab (Lauh mahfuzh)”
Gempa Jambi 8:52 = Al Anfal ayat 52
” (keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang yang sebelumnya. mereka mengingkari ayat-ayat Allah, Maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi amat keras siksaan-Nya.”
—————————————————————————————-
Bukan alih-alih pergeseran lempengan di bumi, sesungguhnya ini semua telah ditetapkan dan dikehendaki oleh Allah SWT. Allah hanya memberikan dua pilihan TETAP DURHAKA ATAU TAAT KEPADA-NYA?
Hatiku tergetar membuncah…
Ampuni kami ya Rabb!
Bandung, 6 Oktober 2009
Moody
- 09.09.09
- Catatan Harian Fandrisha
- No Comments
Kembali saya jenuh,moody saya kambuh; berada di dunia maya yang hanya itu-itu saja. Seperti ingin cepat meninggalkan seperti FS saya yang sudah almarhum, FB, Twitter dan jejaring sosial lainnya.Tapi satu sisi saya butuh.Sungguh.Dimana lagi kalau bukan didunia maya saya bertemu mereka ; sahabat dan teman-teman lama.Hufttt mau nge-blog ga mood ,fb-an apalagi (Bengong)Menatap malam yang mulai dikerumuni awan hitam dan menenggelamkan bulan. Ada apa dengan kamu Sha?.
Berlari Menuju Pelarian
- 09.07.09
- Risalah Cinta
- No Comments
Kali ini saya menyaksikan kalian serempak berlari mencari tempat “pelarian” patah hati. Berkenalan,mengakrabkan diri,berharap menemukan sosok “wanita sama” yang kalian cari dalam diri mereka, Entah sampai kapan kalian melampiaskan rasa yang tak semestinya itu kepada “wanita” dengan aturan pura-pura cinta.
Padahal kalian pun tahu bahwa kepura-puraan malah menyakiti hati kalian sendiri,tapi mungkin dengan cara itu kalian menutupi rasa kehilangan yang sangat dari sosok wanita yang hingga kini kalian cintai.
Namun ketidaksampaian cinta itu “memaksa” kalian untuk melakukan kamuflase pada hati kalian,dan kalian pun tahu bahwa tidak ada yang bisa menggantikan sosok wanita yang pernah mengisi dan melengkapi hidup kalian.Walaupun kini ia tidak bisa kalian miliki tetapi cukup dengan bahagianya saja kalian perhatikan dari kejauhan.
Kemulianmu Fatimahtuz Zahra
- 09.01.09
- Risalah Cinta, Risalah Religi
- No Comments
Langit berkabut menyuramkan kebeningan hawa-mu,parasmu terlarut dekapan tangan yang bergetar tegar
sekalian hawa lainnya menutup niqab menyembunyikan perih di tanah Karbala,di penggal kemudian leher yang terlahir dari rahim cintamu,bermandikan darah bergelimangan kristal air mata, lalu seketika diarak terhinakan; dialah Al-Husain
Pernah kau riwayatkan dan titipkan warisan kemuliaanmu sebagai seorang ibu ; duhai Fatimahtuz Zahra.Dan kau katakan pada anakmu “Jadilah seperti ayahmu wahai Hasan,lepaskan tali kendali yang membelenggu kebenaran.Sembahlah Tuhan yang memiliki anugerah.Janganlah kau bantu orang yang memiliki dendam.”
Launching Dan Bedah Buku LOVASKEPTIKA
- 08.30.09
- Event Komunitas, Lovaskeptika
- No Comments
Lovaskeptika adalah gabungan dari kata Love dan Skeptic, yang merupakan kumpulan cerpen yang tidak menghadirkan kisah percintaan yang serta merta diwarnai keindahan dan kebahagiaan, tetapi justru nuansa abu-abu dan kegamangan cinta. Melalui ke-15 cerpen di dalamnya, penulis mengajak kita untuk memandang cinta dari perspektif yang berbeda: kelam namun mencerahkan, pedih namun mendewasakan. Layak dinikmati oleh mereka yang membutuhkan cinta, bahkan oleh mereka yang sama sekali merasa skeptis terhadap cinta.
So jangan lewatkan Acara Launching dan Bedah Buku Kumpulan Cerpen yang berjudul LOVASKEPTIKA karyaDadan Erlangga alias Dadun begitu biasa akrab dipanggil. Karyanya diterbitkan oleh Masmedia Buana Pustaka. Acara ini di dukung oleh Badan Eksekutif Mahasiwa AMIK HAS BANDUNG dan Forum Silahturahmi Mahasiswa Muslim (FORSIMA)
Hari/ Tgl : Sabtu, 5 September 2009 Tempat : Lapangan Mesjid Muttaqin Jl.Reog Bandung Moderator : Fitri Islami Fandris ( TOUSCA MEDIA)
Ada Doorprize menarik di akhir acara.
GRATIS UNTUK UMUM….
So Dont Miss it…
Mengapa Saya Memutuskan Menikah (I)

Akad nikah 9 Mei 2009
Hampir menginjak 4 bulan usia pernikahan saya, masih ada saja beberapa orang yang mempertanyakan mengapa saya begitu cepat memutuskan untuk menikah? Bagaimana ceritanya ? Terlebih yang mencengangkan saya menikah di usia 21 tahun (terlalu muda untuk ukuran wanita modern yang biasanya mereka menikah di usia 25 tahun ke atas) . Orang-orang yang pernah “dekat” dengan saya pun tak kalah kagetnya dan merasa “kecolongan” karena mereka pikir saya tidak akan menikah di usia dini , makanya tidak heran melakukan “aksi tarik-ulur” begitu pengakuan salah satu orang yang pernah “dekat” dengan saya.
Wajar bila ada orang yang ber-negatif thingking (mungkin saking kaget mendengar berita pernikahan saya) “Jangan-jangan MBA ( Merried By Accident) lagi!”. Hahaha..saya pun tertawa, bagaimana bisa? Orang hubungannya saja jarak jauh, ketemu cuma sebulan sekali, kalau ketemu ya di rumah saya dan calon suami lebih anteng ngobrol dengan bapak saya. So gimana ? Bisa di buktikan, toh sampai detik ini perut saya masih kempes dan rata. Artinya…
Entah karena pergeseran zaman dan kemelorotan akidah, sebuah pernikahan yang sakral dianggap khalayak sebuah ceremoni “keterpaksaan menutupi aksi liar tidak bertanggung jawab (zina) apalagi kalau menikah di usia muda, naudzubillah min dzalik”. Maklumlah wanita zaman sekarang sangat jarang yang berprinsip “menyegerakan menikah” tetapi lebih memilih “mengejar karir”. Betapa bangganya menjadi wanita karir ketimbang tugas mulia yang Allah berikan (menjadi seorang Istri dan Ibu). Dan alasan yang paling klise “Saya masih ingin bersenang-senang, ingin bebas, masih ingin menghabiskan masa muda ya dipuas-puasin dulu. Belum siap untuk hidup berumah tangga dan bla bla bla..!”
Jika saya harus menjawab sebuah pertanyaan diatas maka akan saya tegaskan beberapa alasan yang mudah-mudahan bisa di terima dan saya tidak perlu berulang kali lagi mengklarifikasinya : Pertama prinsip saya untuk menikah “Lebih Cepat Lebih Baik”, target menikah saya setelah menyelesaikan kuliah dalam rentang usia 21 – 23 tahun ( maksimalnya loh ! Kalo overload di usia 24 tahun minta dijodohin aja. Begitu pikir saya hehe) rentang usia paling produktif untuk mempunyai keturunan (maklum tampak keibuan gitu loh
) . Dan kalau mempunyai keturunan saya masih terlihat awet muda (maunya sih! ).
“Allah telah menjadkan untuk kamu pasangan dari diri kamu. Allah telah menjadikan untuk kamu anak-anak dan cucu dari istri-istri kamu dan memberikan rezki kepada kamu dari yang baik-baik. Apakah mereka beriman kepada yang bathil dan kufur kepada nikmat Allah?”(QS. An-Nahl : 72 )
Kedua, saat itu sedang men-jomblo ria hampir satu tahunan ( lama juga bu, untung gak jadi mojang lapuk
) mulai merasa kesepian dan membutuhkan seorang pendamping hidup bukan pacar. Pacar statusnya temporary loh dan sewaktu-waktu bisa pergi tanpa permisi, weks
. ( masa hidup mau patah hati terus? Gak enak aja! ) Butuh pendamping yang setia sampai maut menjemputlah. Dan pastinya “Pacaran kebanyakan mudharatnya ketimbang manfaatnya (Kalau ada yang banyak pahalanya kenapa milih yang banyak dosanya : baru disadari secara mendalam ).”
Dan di dalam pernikahan Allah menurunkan Rahmat-Nya
Rosulluloh SAW bersabda : “ Tiga golongan yang berhak ditolong Allah, yaitu pejuang di Jalan Allah , mukatib ( budak yang membeli diri dari tuannya) yang mau melunasi pembayarannya, dan orang yang menikah karena ingin menjaga kehormatan (akhlaq)nya.”(HR. Tirmidzi)
Mengapa Saya Memutuskan Menikah (2)
- 08.30.09
- Risalah Pernikahan
- No Comments

Karena aku ingin mendapat kemulian sebagai wanita itu dalam pernikahan
Ketiga, Ketika bulan Ramadhan tahun lalu saya mendapat sekelibat suara lirih ketika menjalankan shalat shubuh “Khitbah, Nikah!” Sebanyak tiga kali atau lebih. Yang membuat hati saya lebih bulat untuk menikah. Lalu saya berdoa : “Ya Allah saya mantap untuk menikah (padahal belum tahu dengan siapa, malah tidak ada calonnya) maka dekatkanlah hatiku dengan seseorang yang akan menjadi calon suamiku dan janganlah buat hatiku jatuh cinta selain daripadanya.
“Menikahlah!Sesungguhnya aku amat bangga dengan jumlah umatku yang banyak dan jangan seperti pendeta Nasrani (yang tidak mau nikah). (HR. Al-Baihaqi dari Abu Umamah ra.)
Keempat, suatu ketika tiba-tiba ada seseorang yang langsung melamar kepada bapak saya yang sebelumnya bapak saya tidak mengenalnya (datang tanpa sepengetahuan saya) tepatnya berniat serius mau MENIKAH dengan saya. (Emang ada yang mau ya?hufft!), jangan kira loh dia menghadapi psikotest agama dulu dari bapak saya dan dilontarkan beberapa pertanyaan menguji kelayakan sebagai calon suami untuk anak gadisnya hahahha, Bapak saya pun tidak sembarangan ‘menerima’ , sekiranya saya menikah dengan seseorang yang masih menganut tradisi kejawen dalam keluarganya (adat istiadat : terlalu banyak tetek bengek dalam menjalankan akad nikah yang menyimpang dari ajaran Rosullulah ) Bapak tidak akan merestui . beruntungnya dia anti kejawen sama seperti keluarga saya ; kalau menikah tidak memakai persyaratan adat tetapi cukup sesuai dengan syariat islam. Tidak muluk-muluk. Kalau memakai adat ya bisa bangkrut bandar cing, pesta pernikahan bisa berlangsung beberapa hari belum lagi ada ceremonial adatnya (cape deh!), makanya itu yang membuat orang enggan menikah karena biayanya mahal padal kalau secara syar’i bisa lebih terjangkau. Tetapi kebanyakan orang memilih tradisi leluhurnya bukan ala Rosullulah. Toh saya membutuhkan seorang Khalifah Hati yang sama akidahnya, dapat membimbing saya dalam kebaikan, kesabaran dan ketauhidan kepada Allah SWT. So tunggu apalagi…
“Apabila datang kepadamu sekalian laki-laki yang kamu ridhai agamanya dan akhlaknya, nikahkanlah dia karena kalau tidak kamu lakukan, akan muncul fitnah di muka bumi dan kerusakan yang luas.” (HR. Tirdmidzi).
Kelima, mendapat do’a restu dari kedua orang tua. Alhamdulilah diberikan jalan kemudahan oleh Allah SWT dan niat baik kami diridhoi oleh kedua orang tua. Padahal saat itu sekalipun saya belum pernah bertemu dengan calon mertua; saya hanya bertemu dengan calon mertua ketika saat acara khitbah (lamaran) saja. Dan rombongan keluarga dari pihak calon suami semua tidak keberatan . “Tidak ditemukan jalan lain bagi dua orang yangsaling mencintai selain menikah”. (HR. Ibnu Majah).Bisakah kalian bayangkan? Sebuah keajaiban terjadi ; karena perjodohan ini Allah yang mementukan dengan garis takdirnya. Subhannallah..
“Barang siapa yang dimudahkan untuk menikah , lalu tidak menikah , maka tidaklah ia termasuk golonganku”. (HR. ath-Thabrani dan al-Baihaqi).
Bersua sebelum tidur
- 08.29.09
- Catatan Harian Fandrisha
- No Comments
Bulu mataku hampir keriting (seperti mau tidur),lumayan tadi ngobrol di telepon dengan sahabat saya hampir sejam lebih,setelah sebelumnya saya sibuk ber-sms ria dengan suami yang masih di Jakarta; kangen yang membuncah.Padahal waktu masih ta’aruf pun kami hubungan jarak jauh.Tapi kenapa setelah menikah saya hampir tidak tahan dengan long distance padahal baru dua hari jauh dari suami.Apa mungkin karena selalu bersama ya.
Mama juga bilang gitu “kalau udah nikah jauh dari suami rasanya gak karuan!”. Hufft..Dan lagi-lagi pikiran bercabang antara memulai bisnis dan mulai menyelesaikan naskah?Dan dua-duanya penting.Baiklah format ulang time scedulle rupanya.Tapi ini berasa hidup lebih hidup.Ya walau terkadang harus dibumbui dengan bermacam cobaan.Tetapi harus tetap semangat.
Nah kalau lagi santai pikiran spontan tertuju sama Najm (bintang) tahu nggak sudah seminggu najm bersembunyi dibalik kelamnya malam tapi pas saat shubuh subhanallah cantik nian bersinar terang.Apa cuma tempat saya saja yang seperti ini?Penelitian belum terjawab sudah hehe..Tanda tanya.Semoga selalu ada Rahmat yang tercurah di langit untuk kita


